Ketofastosis Dalam Tinjauan dan Pandangan Syariat Islam
SEMINAR KETOFASTOSIS

Ketofastosis Dalam Tinjauan dan Pandangan Syariat Islam

Foto Bersama Seminar Ketofastosis


YAYASAN JAMI AL-FALAH JAMBI,mengadakan seminar kesehatan di lingkungan yayasan dan sekolah pada 13 Januari 2018. Acara seminar kesehatan tersebut bertema “KETOFASTOSIS DALAM TINJAUAN DAN PANDANGAN SYARIAT ISLAM”  yang dihadiri langsung oleh Ketua Umum Yayasan Jami’ Al Falah Jambi Ibu Dra. Hj. Juniwati Masjchun Sofwan yang sekaligus sebagai Anggota DPD RI Dapil Provinsi Jambi Periode 2014 – 2019. Adapun pemateri yang dihadirkan adalah Drs. H. Dodi Kristono dan testimoni adalah dr Ade Eka Wahyuni.

Seminar ini diadakan bertujuan untuk lebih mengenalkan Ketofastosis di dalam lingkungan Yayasan Jami Al Falah Jambi.

Bertempat di Aula SMP-SMA Islam Al Falah Jambi kegiatan seminar Kesehatan Ketofastosis yang di hadiri oleh seluruh civitas yang tergabung di dalam Yayasan Jami Al Falah Jambi. Ketofastosis adalah gabungan dari Ketogenic dan Fastosis, dimana Ketogenic merupakan sebuah pola makan rendah karbohidrat, tinggi lemak dan protein sedang.

Sedangkan Fastosis adalah Fasting On Ketosis yang artinya Puasa dalam kondisi ketosis. Fastosis bukanlah sebuah pola makan tapi merupakan sebuah gaya hidup yang harus di aplikasikan seumur hidup.

Lebih dalam Ketosis adalah kondisi dimana liver manusia memproduksi “ketone” untuk digunakan sebagai bahan bakar atau energi yang digunakan untuk seluruh tubuh terutama otak manusia. Sehingga Ketone tersebut yang menggantikan peran glukosa sebagai asupan energi ke otak manusia. Pada awalnya diet Ketofastosis ditujukan untuk penderita epilepsi, dari beberapa laporan ternyata diet Ketofastosis juga bermanfaat untuk menangani penyakit diabetes dan polycystic ovary syndrome (PCOS).

(Hms)